Proses Pembuatan kepala wayang golek dari bahan kayu albasia merupakan seni kerajinan kriya kayu yang sangat legendaris di kawasan Bandung, Jawa Barat. Wayang golek merupakan seni pertunjukan teater boneka kayu khas Sunda yang memadukan keindahan seni ukir, seni lukis, dan seni pertunjukan sastra cerita rakyat. Kepala wayang golek menjadi bagian paling ekspresif karena memuat karakter watak tokoh seperti Rama, Rahwana, atau tokoh punakawan Cepot yang jenaka. Pemilihan kayu albasia atau kayu albasiah didasari oleh karakternya yang berbobot ringan, bertekstur serat halus, serta sangat mudah diukir membentuk raut wajah karakter tokoh wayang.
Langkah pertama pengerjaan dimulai dari memilih kayu albasia yang telah dikeringkan sempurna guna mencegah keretakan material kayu di kemudian hari. Balok kayu dipotong sesuai skala ukuran kepala wayang yang diinginkan, lalu dibentuk pola dasar kepala menggunakan kapak kecil dan pisau raut. Pengrajin kemudian membuat lubang di bagian bawah leher kepala wayang sebagai tempat memasukkan tangkai kayu poros penggerak utama. Presisi pembuatan lubang leher ini sangat diperhitungkan agar kepala wayang dapat diputar secara lancar dan luwes oleh sang dalang saat memainkan lakon pertunjukan teater di atas panggung.
Selanjutnya, pengrajin memasuki tahapan pemahatan detail raut wajah karakter tokoh wayang menggunakan berbagai jenis pahat ukir baja berukuran kecil. Proses Pembuatan ukiran wujud wajah ini membutuhkan ketrampilan seni tingkat tinggi serta pemahaman mendalam atas karakter mitologi wayang Sunda. Pengrajin memahat bentuk mata, hidung, sungut, mahkota, dan lekukan senyum tokoh wayang secara bertahap hingga karakter visual yang diinginkan tampak begitu hidup. Setelah selesai dipahat, permukaan kayu albasia dihaluskan menggunakan kertas amplas secara berulang kali hingga terbebas dari serat kasar yang menempel pada permukaan kayu.
Tahap berikutnya adalah pewarnaan atau pengecatan wajah wayang menggunakan cat dasar dan cat warna khusus kayu yang tahan lama. Pengrajin melukis detail mata, alis, gincu bibir, serta ornamen hiasan mahkota kepala menggunakan kuas kecil berujung lancip dengan ketelitian mikro. Setelah cat warna kering sempurna, kepala wayang disemprot dengan lapisan vernis transparan bening untuk memberikan efek kilau glossy yang mewah sekaligus melindungi lapisan cat dari kerusakan gesekan. Kepala wayang berukir indah ini kemudian dirakit dengan bagian badan boneka dan balutan busana kain batik tradisional Sunda yang anggun.
Kreativitas dan ketrampilan jemari para perajin wayang golek di Bandung terbukti berhasil menjaga eksistensi seni pertunjukan tradisional Sunda tetap diminati hingga era digital saat ini. Melalui Proses Pembuatan yang penuh ketelitian seni tinggi, sebalok kayu albasia biasa disulap menjadi karya seni budaya yangbernilai investasi dan sejarah yang amat tinggi. Souvenir kepala wayang golek kini menjadi barang koleksi favorit bagi para wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jawa Barat. Pelestarian industri kerajinan wayang golek ini sangat penting untuk memperkuat identitas kebudayaan nasional di kancah internasional.
