Sebuah kasus pencurian uang dan perhiasan emas yang diduga dilakukan oleh seorang asisten rumah tangga (ART) menggemparkan sebuah rumah di kawasan Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat. Peristiwa ini dilaporkan terjadi pada Jumat (25/04/2025) dan saat ini tengah ditangani oleh pihak kepolisian Polsek Bandung Wetan.
Korban, yang diketahui bernama Ibu Rina (48), seorang pengusaha, menyadari bahwa sejumlah uang tunai dan perhiasan emas miliknya hilang dari dalam kamar brankas. Kecurigaan kemudian mengarah kepada ART-nya, seorang wanita berinisial SR (35), yang baru bekerja di rumah tersebut selama kurang lebih satu bulan.
Kapolsek Bandung Wetan, Kompol Asep Hendra, membenarkan adanya laporan mengenai kasus pencurian uang tersebut. Pihaknya menerima laporan dari korban pada Sabtu (26/04/2025) pagi dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah korban yang berlokasi di Jalan Citarum.
“Kami telah menerima laporan dari korban terkait dugaan pencurian uang dan perhiasan emas. Berdasarkan hasil olah TKP awal, tidak ditemukan adanya kerusakan pada pintu maupun jendela rumah korban. Kecurigaan mengarah kepada ART korban yang diduga memiliki akses ke dalam rumah,” ujar Kompol Asep Hendra saat memberikan keterangan kepada awak media di Mapolsek Bandung Wetan, Sabtu siang.
Menurut keterangan korban, Ibu Rina, kerugian yang dialaminya akibat pencurian uang ini mencapai kurang lebih Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) dan beberapa perhiasan emas dengan nilai yang belum ditaksir secara pasti. Korban mengaku terakhir kali melihat uang dan emasnya tersimpan di dalam brankas pada Kamis (24/04/2025) malam.
Saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan SR untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait dugaan pencurian uang dan emas tersebut. Polisi juga tengah melakukan pendalaman penyelidikan, termasuk memeriksa saksi-saksi lain dan mengumpulkan bukti-bukti yang dapat mengarah pada pengungkapan kasus ini.
“Terduga pelaku, saudari SR, saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Bandung Wetan. Kami masih mendalami motif pelaku dan mencari keberadaan barang bukti yang diduga telah dicuri,” tambah Kompol Asep Hendra.
Kasus pencurian uang yang melibatkan ART ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam merekrut pekerja rumah tangga dan selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan barang berharga di rumah. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk melakukan verifikasi latar belakang calon pekerja sebelum mempekerjakannya.
Penyelidikan kasus ini masih terus berlangsung. Pihak kepolisian berharap dapat segera mengungkap fakta sebenarnya dan mengamankan barang bukti yang hilang. Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian.
