Bandung Dahulu Dasar Laut? Simak Fakta Stone Garden.

Banyak orang mungkin terkejut saat mengetahui fakta geologi bahwa wilayah pegunungan di sekitar Bandung dahulu merupakan Dasar Laut yang sangat luas. Salah satu bukti fisik yang paling otentik dan memukau dari pernyataan ini dapat ditemukan di kawasan Stone Garden, Citatah, Kabupaten Bandung Barat. Di puncak bukit yang gersang ini, tersebar ribuan bongkahan batu kapur yang memiliki bentuk unik dan artistik. Namun, yang lebih mengejutkan adalah ditemukannya banyak fosil terumbu karang dan cangkang kerang laut purba yang menempel erat pada batuan tersebut. Penemuan ini membuktikan bahwa jutaan tahun lalu, dataran tinggi yang kini kita pijak berada di bawah permukaan samudera yang dalam.

Secara ilmiah, keberadaan jejak Dasar Laut di ketinggian pegunungan Bandung ini dijelaskan melalui proses tektonik yang luar biasa dahsyat. Pada periode Oligo-Miosen, wilayah Citatah merupakan bagian dari laut dangkal yang kaya akan kehidupan koral. Akibat pergerakan lempeng tektonik, dasar laut tersebut perlahan terangkat ke atas membentuk daratan dan pegunungan selama jutaan tahun. Proses pengangkatan ini disertai dengan aktivitas vulkanik yang kemudian menutup sebagian wilayah dengan abu dan lava. Stone Garden adalah fragmen sejarah bumi yang tersisa, di mana erosi angin dan air secara bertahap menyingkap lapisan batu kapur purba tersebut, memberikan kita kesempatan untuk melihat masa lalu bumi secara langsung.

Mengunjungi Stone Garden seolah membawa kita melakukan perjalanan waktu menuju era di mana Dasar Laut tersebut masih dipenuhi oleh biota laut purba. Formasi batuan yang runcing dan berlubang merupakan hasil pelapukan alami batuan gamping oleh air hujan yang bersifat asam. Fenomena ini menciptakan pemandangan yang eksotis, menyerupai taman batu yang tersusun rapi oleh alam. Selain nilai estetikanya, kawasan ini memiliki nilai edukasi yang sangat tinggi bagi pelajar dan peneliti geologi untuk memahami bagaimana daratan Jawa terbentuk. Keberadaan gua-gua di sekitar kawasan Citatah juga memberikan bukti tambahan mengenai hunian manusia purba yang memanfaatkan batuan ini sebagai tempat perlindungan ribuan tahun setelah laut tersebut kering.